My name is MAULIDIA

Minggu, 08 Mei 2011

DEWEY


Judul : DEWEY (Kucing Perepustakaan Kota Kecil yang BikinDunia Jatuh Hati)

Penulis : Vicky Myron dan Bret Witter

Penerbit : PT .SERAMBI ILMU SEMESTA

Harga : Rp 60.000


Sinopsis Buku Dewey

Bagaimana mungkin seekor kucing buangan mengubah sebuah perpustakaan kecil menjadi daya tarik wisata memberi inspirasi penduduk sebuah kota mempersatukan warga di seluruh kawasan & pelan-pelan menjadi terkenal di seluruh dunia? Kisah Dewey dimulai dgn cara paling menyedihkan. Umur baru beberapa minggu ketika pada malam terdingin tahun itu dia dimasukkan ke sebuah kotak pengembalian buku Perpustakaan Umum Spencer Iowa oleh orang tak dikenal. Dia ditemukan keesokan hari oleh direktur perpustakaan Vicki Myron orangtua tunggal yg berhasil bertahan dari kehilangan tanah pertanian penyakit kanker payudara & suami yg kecanduan minuman keras. Dewey kemudian berhasil mencuri hati & hati para pegawai perpustakaan serta menaklukkan mereka semua dgn kasih sayang. Saat ketenaran berkembang dari kota ke kota melintasi berbagai negara bagian & akhir merebak ke seluruh dunia Dewey menjadi sumber kebanggaan bagi sebuah kota pertanian yg bangkrut di pedalaman Amerika & membuat bangkit dari krisis berkepanjangan yg berakar jauh ke masa silam. Buku yg diangkat dari kisah nyata ini sangat menyentuh hati sekaligus lucu & memberi inspirasi bagi para pembaca utk berpikir positif di tengah segala kesulitan hidup. Dewey.

PAGI PALING DINGIN (HALAMAN 17)

Tanggal 18 januari 1988 adalah hari senin yang sangat dingin di lowa .mala sebelumnya , temperature mencapai minus dua puluh enam derajat celcius dan itu pun belum memperhitungkan l dinginnya angin yang seperti mengiris mantel damn meremas tulang berulang. Dingin yang luar biasa menggit, yang membuat bernapas terasa menyakitkan.

Anak kucing itu mendekam di pojokan kiri kotak, kepalanya merunduk ,kakinya dilipat, dan berusaha kelihatan sekecil mugkin . Buku- buku menumpuk kacau balau di bagian atas kotak, sedikit menyembunyikan hewan itu.mengangkat sebuah buku dengan hati- hati ,supaya dapat melihatnya dengan lebih jelas .anak kucing itu memandangku, pelan- pelan, dengan muram, Kemudian dia merundukkan kepala dan menyusupkannya ke celah- celah yang kotor .

Dia mencoba tidak kelihatan galak. Dia tidak takut . kucing itu hanya barharap ditolong.Aku mengangkat. Aku mengangkat anak kucing itu dari kotak .Tanganku hampir mencakup seluruh tubuhnya .Badannya kurus kering , sehingga aku bisa melihat garis- garis tulang iganya.anak kucing itu begitu lemah sehingga hampir- hampir tidak dapat mengangkat kepalanya dan badanya gemetaran tak karuan. Daia membuka mulutnya, tapi suaranya, yang keluar dua deti kemudian, terdengar lemah dan serak. Dan dia kedinginan , aku nyaris tidak percaya ada hewan dapat sedingin itu.Aku mengisi bak cuci piring dengan air hangat, mencoba kehangatannya denga sikuku,. Hewan itu masuk ke bak cuci piring bagai sebongkah es. Jean menemukan shampoo di lemari dan aku menggosokkan hewan itu pelan- pelan dan penuh kasih saying .seiring dengan berubahnya warna air menjadi kehitaman, anak kucing itu berkurang mengigiglnya dan mendekur lembut. Kami mengeringkannya dengan blow dryer, tiga puluh detik kemudian , aku menggendong kucing itu berbulu panjang warba jingga dan indah .

TAMBAHAN YANG SEMPURNA (HALAMAN 27)

Para pegawai memang tidak keberatan menerima kehadiran anak kucing itu. Dewan perpustakaan ,sekelompok penduduk yang diangkat oleh walikota untuk untuk melakukan pengawasan terhadap perpustakaan adalah pihak yang berhak membuat keputusan, mereka tidak keberatan dengan ide memelihara kucing untuk perpustakaan.ini kucing tampan.mantelnya adalah perpaduan warna jingga dan putih dengan garis- garis yang lebih gelap .Bulunya semakin panjang ketika diaq tumbuh semakin ,tetapi sebagai kucing kecil , mantelnyab itu hanya panjang di sekililing lehernya. Banyak ku cing meepunyai hidung trlalu mancung , atau moncong nya menonjol terlalu jauh , atau terlalu melingkar .Tetapi wajah kucing yang ini bentuknya sangat proporsional.Dan matanya besar keemasan. kami memanggilnya dewey ,mengambil nama dari sistem desimal dewey.

Perlahan- lahan kami memeprkenalkanDewey kepada beberapa pengunjung setia yang setahu kami penyayang kucing.Dewey masih lemah, jadi kami mengulurkannya langsung ke pelukan mereka. Marcie Muckey dating pada hari kedua. Langsung luluh . Mike Baehr dan istrinya, Perg, jatuh cinta kepadanya.Pat jones dan Judiy Johnson menganggapnya lucu sekali. Sebetulnya ada empat Judy Johnson di spencer. Dua di antara mereka penyayang Dewey.

Satu minggu kemudian ,cerita mengenai dewey muncul dihalaman pertama The Spencer Daily Reporter,dengan judul “Koleksi Istimeongwa Perpustakaan Spencer”.Artikel tersebut, yang memenuhi separuh halamaan, menceritakan penyelamatan Dewey yang ajaib, di lengkapi foto- foto anak kucing mungil warna jingga, yang malu- malu tapi penuh percaya diri menatap kamera dari ats catalog kartu model kuno.

Dewey Readmore Books(HALAMAN 39)

Dewey Readmore Books (Dewey Membaca Lebih Banyak Bauku). Sepotong nama untuk para pustakawan yang hidup dengan mengikuti sistrem decimal Dewey.Sepotong untuk anak- anakn. Sepoting lagi untuk semua orang. Dewey Readmore Books. Tiga potong nama untuk kucing kami yang anggun, percaya diri, dan tampan.

Suatu Hari Di perpustakaan (HALAMAN 51)

Jika para pengunjung masih ragu harus bersikap bagaimana terhadap Dewey, para pustakawan justru bersikap sebaliknya. Salah satu keputusan awalku adalah tidak memakia anggran perpustakaan, bahkan meski hany satu sen, untuk keperluan pemeliharaan kucing itu.

Sebagai imbalan terhadap sumbangan kecil ini, kami memperoleh kesenangan selama berjam-jam. Dewey menyukai laci lemari dan dia mengembangkan kebiasaan melompat ke dalamnya pada saat- saat yang tidak terduga.

Natal (HALAMAN 163)

Biasanya para pustakawaqn menerima hadiah Natal dari pengunjung yang bersyukur, tapi tahun ini bingkisan Natal yang berisi coklat dan kue-kue itu ssama sekali tidak berarti dibandingkan dengan segunung hadiah untuk Dewey yang berupa bola ,kue- kue untuk kucing, dan tikus mainan.kelihatannya setiap penduduk ingin agar Deweyy dan kami tahu, betapa istimewanya kucing itu bafi mereka

Mencitai Dewey (HALAMAN 378)

Sudah berapa jauh berita mengenai kematian Dewey tersebar.keesokan harinya ,statsiun radio local menyediakan siaran pagi untuk mengenang Deweyn .The Sioux City Journal menulis artikel yang panjang dan obituari. Dalam hitungan jam , berita kematian Dewey muncul di sekilas info di CBS dan di MSNBC. Perpuatakaanj mulai menerima telepon .Sekertaris mperpustakaan,Kim, membuat pernyataan siingkat, dan pernyataan itu akhirnya kini kuanggap sebagai obituary untuk umum, tapi hanya itu saja. Itu sudah cukup .selama beberpaa hari , obituary resebut dikutip[ oleh lebih dari 270 surat kabar

Kamis, 31 Maret 2011

TUGAS KARANGAN ILMIAH




BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan mengakibatkan permasalahan di bidang kesehatan berkembang kompleks. Di samping itu meningkatkan pendidikan masyarakat secara keseluruhan dan kesadaran masyarakat tentang pelaksanaan kesehatan.

Jika dianalisa kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan yang telah dicapai dewasa ini, seharusnya semakin memberi kepuasan untuk hidup sehat sehingga menghasilkan ketenangan dan kebahagian yang lebih bayak kepada individu dalam hidupnya. Akan tetapi, kenyataan taklah demikian,individu dan keluarga masih diliputi oleh berbagai macam permasalahan-permasalahan akibat kurangnya pengetahaun tentang kebersihan lingkungan serta hidup yang sehat dan kebiasaan yang menunjang syarat kesehatan, salah satunya adalah radang akut saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri,dan virus.

1.2. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:

1.Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan kesehatan masyarakat yang sesuai dengan fungsi ilmu kesehatan

2.Tujuan Khusus

Agar masyarakat lebih memahami dan mengetahui seberapa penting kesehatan bagi kehidupan kita baik secara jasmani maupun rohani.

1.3.Batasan Masalah

Masalah yang akan diuraikan dalam penulisan karangan ilmiah harus dibatasi agar tidak menyimpang dari pokok permasalahan dan penulisan karangan ilmiah ini hanya membahasa tentang kesehatan lingkungan.

1.4. Metode Penulisan

Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis menggunakan beberapa metode penulisan sebagai berikut:

1.Studi Kepustakaan : yaitu penulis membaca buku-buku dan kumpulan mata pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.

2.Studi Kasus: yaitu observasi langsung terhadap keluarga melalui kunjungan rumah.

BAB 2

PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis membahas tentang kesenjangan yang penulis temukan dengan cara membandingkan antara konsep dasar kesehatan keluarga dengan kasus yang kami dapatkan dalam keluarga Tn.”S” di Jln Tuna kelurahan binanga.

Dalam melaksanaan asuhan kesehatan keluarga sebelumnya telah dilaksanakan pendekatan proses kesehatan keluarga dengan 4 tahap yaitu: pengkajian, perencanaan, implementasi dan avaluasi.

2.1. Pengkajian

Pengkajian adalah dasar dalam kesehatan. pengumpulan data yang akurat dan sistimatis dalam merencanakan diagnosa kesehatan keluarga. Pada saat melakukan pengkajian, penulis mendapatkan data dari keluarga melalui wawancara dan observasi.

1.Kesehatan lingkungan

Berdasarkan teori kebersihan dan sanitasi lingkungan yang sehat yaitu dari luas bangunan ,luas lantai, tidak tergenang dan tidak menimbulkan bau, pakaian bersih dan peralatan rumah tangga tertata rapi, yaitu tempat samah dalam keadaan tertutup,dan keadaan air minum memenuhi syarat kesehatan ( Soekidjo Notoadmojo, 2003 Ilmu Kesehatan Masyarakat )

Setelah dilakukan pengkajian pada keluarga Tn. “S” ditemukan perabot dan alat rumah tangga tidak tertata rapi, yaitu kamar mandi dan WC milik umum nampak kotor dan berbau.

Terjadi kesenjangan antara teori dan kasus sehingga dikatakan lingkungan rumah keluarga Tn.”S”belum memenuhi syarat kesehatan, hal ini di sebabkan kerena kurang menyadari dan ketidakmampuan keluarga memandang pentingnya kesehatan lingkungan bagi keluarga.

2. Ketidak sanggupan Mengambil Tindakan kesehatan yang tepat disebabkan karena :

a. Tidak mengerti mengenai sifat berat dan luasnya masalah

b. Masalah tidak begitu menonjol

c. Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena

kurang pengetahuan , dan kurangnya sumber daya keluarga

d. Tidak sanggup memilih tindakan diantara beberapa pilihan.

e. Takut dari akibat tindakan

f. Sikap negatif terhadap masalah kesehatan

g. Fasilitas kesehatan tidak terjangkau.

h. Kurang percaya terhadap petugas dan lembaga kesehatan.

2.2. Perencanaan

Didalam membuat rencana penulisan melibatkan keluarga , hal ini perlu adanya kerja sama sehingga tindakan yang dilakukan berdampak positif. Perencanaan meliputi perumusan tujuan yang berorientasi pada kesehatan keluarga . perencanaan yang perlu dibahas antara lain :

1. Berpusat pada tindakan yang dapat memecahkan atau meringankan masalah yang sedang dihadapi.

2. Merupakan hasil atau suatu proses yang sistematika dan telah dipelajari dengan pikiran yang logis

3. Berkaitan dengan masalah kesehatan yang diidentifikasikan

4. Rencana kesehatan keluarga berhubungan dengan masalah yang ada

5. Rencana kesehatan merpakan cara untuk mencapai tujuan

2.3. Inflementasi

Beberapa tindakan yang penulis telah lakukan pada Tn.”S”adalah sebagai berikut :

a.Memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.

b.Memotifasi keluarga Tn.”S”untuk membawa anaknya untuk dibawa kepuskesmas atau kerumah sakit

c.Memotifasi keluarga Tn. “S” untuk memelihara kebersihan rumah dan sekitarnya.

D. Evaluasi

Evaluasi diharapkan bertujuan untuk apakah tindakan kesehatan yang telah diberikan tercapai atau tidak, berdasarkan buku ( Nasrul Evendi Halaman 58,tahun 1998 ) ada 3 kriteria yang digunakan sebagai tolak ukur dalam evaluasi, yaitu :

a. Kriteria keberhasilan

b. Standar kesehatan

c. Perubahan perilaku

Berdasarkan evaluasi ditemukan bahwa keluarga mampu mengerti syarat-syarat lingkungan yang sehat, dampak yang timbul dari lingkungan yang tidak sehat dan keluarga berjanji akan menjagah lingkungan tetap bersih.

Masalah ini hanya sebagian teratasi disebabkan karena untuk merubah perilaku kesehatan anggota keluarga memerlukan waktu yang cukup lama dan sumber – sumber dalam tiap-tiap keluarga berbeda – beda.

BAB 3

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Motivasi kepada masyarakat khususnya keluarga binaan ,agar keluarga mampu mengenal masalah kesehatan,mampu merawat anggota keluarga yang sakit,mampu memanfaatkan sumber dari masyarakat guna memelihara kesehatan dan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga sehingga dapat mencapai tujuan kesehatan keluarga .

Berdasarkan tujuan yang telah di simpulkan oleh penulis ,maka penlis dapat kesimpulan sebagai berikut :

1. Setelah melakukan pengkajian terhadap keluarga Tn”S”,Penulis memperoleh data yang mengarah pada anggota keluarga Tn”S” yaitu kurang menjaga kebersihan lingkungan sehingga kesehatan keluarga tidak terjaga yang di sebabkan kerena :

a. Ketidaktahuan mengenal masalah kesehatan Keluarga

b. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

2. Dalam melakukan asuhan kesehatan keluarga Tn”S”dengan anggota keluarga yang mengalami Masalah Kesehatan Lingkungan,penulis mampu memberikan solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang di hadapi anggota keluarga.

3. Setelah melakukan pengkajian dan observasi / pengamatan keluarga Tn”S”.penulis melihat berbagai masalah di luar dan di dalam lingkungan rumah anggota keluarga Tn”S”dengan masalah lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan :

a. Kurangnya Pengetahuan Keluarga mengenai pentingnya Lingkungan Sehat

b. Keluarga kurang menyadari pentingnya lingkungan sehat.

3.2. Saran

1. Diharapkan agar keluarga binaan mampu mengenal masalah kesehatan,mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan mampu menggunakan sumber dimasyarakat guna memelihara kesehatan,serta mengembangkan perilaku hidup sehat yang telah dianjurkan melalui pembinaan dan penyuluhan oleh penulis.

2. Hendaknya waktu yang digunakan di perpanjang guna keefektifan evaluasi yang di laksanakan .

3. Hendaknya menggunakan pendekatan secara sistematis untuk mengidentifikasi kesehatan secara tepat.

LAMPIRAN TABEL








Daftar pustaka

KESEHATAN KELUARGA Tn”S” DENGAN ANGGOTA

KELUARGA An”S” DAN Ny”S” KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKITAR

RUMAH YANG TIDAK TERPELIHARA


JUDUL : KESEHATAN LINGKUNGAN

TUGAS : BAHASA INDONESIA

Referensi : http://ucoekhy.blogspot.com/



Sabtu, 26 Februari 2011

Pengalaman Pertama Menganalisis Sistem

Pengalaman pertama menganalisis system

Pertama kali saya menganalisis sistem sebenarnya saya mengalami kesulitan karena di perintahkan untuk membuat program.Secara saya belum pernah mendapatkan basic untuk membuat program dari SMA, karena belum di ajarkan di SMA saya .Akhirnya saya meminta bantuan kepada teman saya yang sudah ahli dalam bidang tersebut (program).

Ketika itu saya banyak di berikan tugas-tugas untuk menganalisis system dari dosen maupun kakak praktikan pada saat saya praktikum. Sebenarnya saya kurang memahami dari tugas tersebut oleh karena itu saya meminta bantuan kepada teman saya yang sudah ahli,akhirnya teman saya mau membantu saya membuat tugas tersebut dan saya diajarkan juga oleh teman saya. setiap kenaikan tingkat ternyata program yang diajarkan berbeda lagi.dan saya mengalami kesulitan karena yang awal saja saya belum paham di tambah lagi yang baru. walaupun seperti itu saya berusaha untuk bisa untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen maupun kakak asisten.